what if I don't like what I get to know
Semua yang Ingin Kau Katakan pada Cinta Pertamamu Saat Ia Tiba-Tiba Lewat di Hadapan Setelah Lima Tahun dan Tampak Sangat Menawan Tanpa Cincin di Jari Manisnya Apalagi dengan Sorotan Jingga Matahari Senja yang Membuatmu Mengharapkan Daun-Daun Ikut Berguguran Begitu Ia Berhenti Serta Menatapmu

Hei.


Januari 2001
(ihs, 1 kata)

lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
Budayakan Membaca, Lihatlah Dunia!

Setiap orang pasti
berkeinginan untuk bisa
berkeliling dunia, melihat
dunia
luas, dan mencari
pengalaman. Untuk
mewujudkan keinginan
tersebut kita
cenderung rajin menabung
untuk membiayai
perjalanan tersebut. Lalu
bagaimana jika
kenyataannya uang yang
kita punya tidak sebanding
dengan
mahalnya biaya keliling
dunia? Tak perlu panik dan
berkecil hati. Buku
dapat dijadikan sebagai
solusi utama untuk
mengatasi hal tersebut.
Bukankah
pepatah mengatakan bahwa
buku adalah jendela dunia?
Ya, buku adalah jendela
dunia bukan hanya pepatah
semata. Dengan membaca
buku kita dapat berkeliling
dunia. Ingin jalan-jalan ke
London? Baca saja
buku-buku yang
menceritakan tentang
London. Dengan sendirinya
otak akan
merespon ke beberapa
indera yang kita miliki
tentang London. Melalui
rangkaian kata, membawa
kita seolah-olah sedang
berada di sana. Melihat
megahnya jembatan London
yang terletak di antara
Jembatan Kereta Api
Cannon
Street dan Tower Bridge,
merasakan semilir angin
yang menyejukkan di hari
yang cerah, mendengar riuh
suara para wisatawan, atau
merasakan bagaimana
dinginnya ketika musim
salju tiba. Begitu banyak
hal-hal menakjubkan yang
kita peroleh dengan
membaca buku. Ingin
kemana lagi? Perjalanan
tersebut
dapat kita lakukan hanya
dengan membaca buku. Toh
sudah banyak buku-buku
yang membahas tempat-
tempat di seluruh dunia.
Selain sebagai jendela
dunia, membaca buku juga
dapat menambah wawasan
kita. Banyak ilmu
pengetahuan yang dapat
kita peroleh di dalamnya.
Misalkan
saja kita ingin tahu proses
terjadinya gempa bumi, kita
cukup mencaritahu
melalui buku-buku yang
berhubungan dengan
gempa bumi. Dengan
membaca buku
kita akan memperoleh
banyak sekali informasi
tanpa harus membayar
mahal
maupun menanggung
resiko.
Mengenang Sejarah
Banyak peristiwa penting
yang dapat kita ketahui
lewat membaca buku. Inilah
salah satu dari sekian
banyak fungsi buku yang
lainnya. Buku dapat
dijadikan sebagai tempat
untuk mengabadikan
sejarah atau kenangan,
tentu
saja dengan cara
menuliskannya.
Misalkan saja ketika kita
kecil dulu, kita seringkali
menuliskan pengalaman
sehari-hati di dalam buku
harian. Buku tersebut dapat
kit abaca lagi
beberapa tahun yang akan
datang untuk sekedar
mengingat kejadian-
kejadian
yang pernah kita alami. Pun
dengan buku-buku yang
mengulas cerita sejarah.
Dengan membaca buku, kita
dapat mengetahui proses
kemerdekaan Indonesia.
Ingin mengetahui apa saja
yang terjadi pada jaman
purbakala? Bacalah buku
yang berkaitan dengan
purbakala. Lihat, betapa
banyak informasi dan
wawasan
yang kita peroleh melalui
kegiatan membaca buku.
Buku sebagai Hiburan
Membaca buku bukanlah
hal yang menjemukan.
Salah jika kita beranggapan
bahwa membaca buku
membuat kita pusing. Selain
buku ilmiah atau fiksi, buku
juga memiliki gendre yang
lain yaitu buku non fiksi
misalnya saja komik,
novel, dan kumpulan
cerpen. Membaca buku
cerita dapat kita jadikan
sebagai
hiburan. Biasanya di dalam
buku cerita juga memuat
pengetahuan-pengetahuan
yang dapat menambah
wawasan kita.
Kapan sih, Hari Buku
Internasional?
Di atas tadi sudah dijelaskan
bagaimana buku memiliki
peranan penting dalam
menambah wawasan kita,
lalu apakah kita tahu
kapankah Hari Buku
Internasional itu dirayakan?
Ya, Hari Buku Internasional
ini dirayakan setiap tanggal
23 April.
Dipilihnya tanggal tersebut
oleh Unesco sebagai Hari
Buku Internasional
adalah karena dunia
kehilangan beberapa
penulis terkenal, yaitu
Cervantes,
Shakespearce, dan Inca
Garcilaso de la Vega yang
sama-sama meninggal pada
23 April 1616. Itulah
mengapa Hari Buku
Internasional juga dapat
dijadikan
sebagai simbolik untuk
dunia sastra.
Harapan dengan
diperingatinya Hari Buku
Internasional antara lain
adalah
untuk meningkatkan minat
baca di kalangan
masyarakat, agar kita
semakin
menyenangi kegiatan
membaca buku serta
mampu mengapresiasi
setiap karya
para penulis maupun
pengarang yang telah
berkonstribusi terhadap
kemajuan
pola pikir masyarakat.
Jadi, sudahkah Anda
membaca hari ini? Selamat
Hari Buku Internasional!

(Tulisan ini ditulis setahun yang lalu sbg salah satu tugas MK Jurnalistik)

Dari Ken Arok Sampai Mitos Jawa-Sunda

Dibandingkan mata pelajaran matematika, fisika, kimia, gue lebih suka sejarah #yaiyalah. Bukan, bukan karena gue tipe orang yang susah melupakan masa lalu #halah, tapi karena gue suka mendengarkan cerita. Ya kita tau lah ya yang namanya pelajaran sejarah gak jauh-jauh dari cerita, cerita dan cerita.
Gue pertama kali dapet pelajaran sejarah itu kayaknya kelas 4 SD. Gue masih inget suasana setiap pelajaran ini berlangsung. Siang hari setelah jam istirahat. Gue paling seneng ketika guru bercerita tentang jaman penjajahan atau kerajaan di Indonesia. Gue juga masih inget bentuk dan aroma buku sejarah yang gue pake waktu itu.
Dari sekian banyak materi sejarah, gue tertarik dengan kisah Ken Arok dan Ken Dedes. Menurut gue ini kisah paling drama di antara cerita epik lainnya.
Sebelum guru cerita, gue udah baca materi kerajaan Singosari di runah. Waktu itu gue ga nangkep jalan ceritanya, gue pikir Ken Arok nemang suaminya Ken Dedes. Sampai akhirnya guru gue menceritakan tentang asal muasal kerajaan Singosari, dan di situlah gue baru ngeh kalau Ken Arok udah nikung Ken Dedes dari Tunggul Ametung. Kisah nikungnya juga tragis, pake keris Mpu Gandring yang akhirnya menimbulkan kutukan 7 turunan.
Waktu itu gue masih SD lah ya, masih polos tentang yang namanya tikung-menikung. Buat gue, yang penting gue dapet nilai bagus waktu ulangan, tanpa mengkaji hakikat dari makna dibalik cerita tersebut #preet.
Setelah denger cerita itu gue sempet nanya ke guru kenapa Ken Dedes mau dinikahi Ken Arok. Guru gue gak jawab. Terus gue nanya ke kakak gue tentang Ken Arok dan Ken Dedes, jaman itu gue belum kenal google. Kakak gue pun cerita kalau Ken Arok naksir Ken Dedes karena kecantikannya, apalagi waktu itu Ken Dedes sedang hamil. Konon wanita yg sedang hamil itu lagi cantik-cantiknya.
Gue gak nanya lebih jauh perihal Tunggul Ametung.
Pelajaran sejarah selanjutnya yang gue suka adalah perihal perjodohan Dyah Pitaloka (dari kerajaan di Sunda) dengan Hayam Wuruk (dr kerajaan di Jawa) yang akhirnya menimbulkan konflik perang Bubat dan memunculkan mitos bahwa suku Sunda pantang menikah dengan suku Jawa.
Sampai akhirnya, ketika gue udah gede dan mulai mengenal kerumitan cinta #preet, gue makin tertarik dengan kedua cerita sejarah tersebut.

Pertama, mengenai kisah tikung menikung Ken Arok. Udah menjadi hal biasalah ya terjadi tikung menikung di jaman sekarang ini. Bahkan temen sendiri pun bisa jadi penikung atas dasar cinta harus memiliki. Sama halnya dengan Ken Arok yang udah dipercaya T.Ametung justru tega membunuh dirinya demi merebut Ken Dedes.
Lalu, gimana pandangan orang lain tentang Ken Arok sebagai perebut?
Jahat! Iya jahat. Padahal kesalahan bukan hanya ada pada diri Ken Arok, dalam kasus ini Ken Dedes juga ternyata mau dengan pria yang jelas-jelas sudah membunuh suaminya. Faktanya, Ken Dedes menyaksikan peristiwa saat suaminya dibunuh oleh Ken Arok. Tapi karena bujuk rayu dan memang pada dasarnya Ken Dedes tdk mencintai T.Ametung, Ken Dedes pun pasrah di pelukan Ken Arok. Tapi orang tidak melihat itu, mereka selalu menyalahkan pihak penikung tanpa mau melihat dari sisi yang ditikung atau korban #halah.

Kedua, tentang perang Bubat yang memunculkan mitos bahwa suku Sunda pantang menikah dengan suku Jawa. Mitos ini tidak terlalu kental di Jawa. Berbeda dgn ketika gue kuliah di Bandung, gue sering mendengar selentingan mitos ini. Konon, orang Sunda sakit hati dengan orang Jawa. Kisah ini bermula ketika kerajaan di Sunda bermaksud menyambangi kerajaan di Jawa untuk menjodohkan Dyah Pitaloka dengan Hayam Wuruk. Bukannya disambut dengan baik justru mereka diserang oleh pasukan dari kerajaan Jawa tsb. Sakit nggak sih bo? Sudah pasti penyerangan tsb memunculkan berbagai polemik dan kesalahpahaman. Ya mitos kan cuma mitos, toh banyak kok orang Sunda yang nikah sama orang Jawa dan semuanya baik-baik saja.
Usut punya usut, mitos ini juga dipengaruhi oleh ketamakan Gajahmada yang berniat menaklukan Sunda dan politik adu domba Belanda. Kita tahu, p.Jawa merupakan pulau paling berpengaruh dan kuat di Indonesia. Yang di dalamnya terdiri dari beberapa suku; dua di antaranya adl suku Jawa dan suku Sunda. Melihat hal ini pihak Belanda bermaksud untuk memecah belah pulau Jawa terlebih dahulu dengan mengadu suku Jawa dan suku Sunda yang notebene merupakan suku dengan jumlah paling kuat di pulau Jawa.
Ya begitulah, jaman berganti. Penafsiran orang terhadap perang Bubat pun beragam. Makin kesini orang makin berpikir secara logis dan mengesampingkan mitos.

Begitulah sejarah, banyak hal yang harus kita kaji dari berbagai sudut pandang untuk dapat saling memahami.
Begitu pun tentang bagaimana kita dapat menafsirkan sesuatu jika kita hanya melihat dari sisi yang terlihat, tanpa mencari tahu sisi lainnya?

Sama halnya dengan cinta, orang lain akan cenderung melihat sisi lemah pasangan kita dan menganggap kita bodoh jika melakukan hal-hal di luar pemikiran mereka.

oke, yang terakhir itu gak nyambung. Biasalah, Pisces orangnya drama :p

Bandung, 170413
09:43

Love is a game for two play.
Games can be fun.
I mean, how are you supposed to know when you’re with the right person?

Maybe the world is trying to tell us something.

I think love can be instantaneous and insane.

lovequotesrus:

EVERYTHING LOVE
“Jodoh” yang Dekat Seringkali Tidak Terlihat

Jika ada yang mengira saya akan membicarakan perihal jodoh dalam percintaan, kalian salah.
Siang ini saya sedang bersama tumpukan buku. Untuk dibaca? Tidak. Saya sedang mengumpulkan buku-buku yang sekiranya saya butuhkan dalam penyusunan skripsi.
Berawal dari pertemuan saya dengan dosen pembimbing 2 (dospem 2) saya sedikit mendapat pencerahan.
Tema skripsi saya adalah fiksi mini. Awalnya saya hanya terinspirasi dari akun twitter @ fiksimini. Kemudian saya tertarik untuk mengangkatnya menjadi bahan skripsi.
Ternyata sulit, saya kesulitan mencari referensi tentang teori fiksi mini.
Saya pun pusing dan selama hampir satu minggu menelantarkan bab 1.
Sampai akhirnya dospem 2 menyarankan saya untuk membaca buku Naning Pranoto berjudul Creative Writing.
Hah Naning Panoto?
Seketika saya terhanyut pada kenangan 6 taun silam. Tepatnya ketika saya masih kelas 2 SMA.
Siang itu saya dan Amel diajak oleh guru bahasa Indonesia mengikuti talkshow seputar menulis cerpen bersama Naning Pranoto di hotel Karlita. Hotel yang cukup mewah untuk ukuran kota Tegal yang kecil.
Ada sedikit rasa bangga bisa terpilih untuk mengikuti talkshow tersebut. Sebelum acara dimulai saya dan Amel melihat2 pameran buku. Saya pun tertarik untuk membeli buku Creative Writing karya Naning Pranoto. “Ya lumayan lah buat nambah referensi sekalian minta tanda tangan”, pikir saya.hehe.
Beberapa saat kemudian acara dimulai.
Sebelum pulang saya menyempatkan diri untuk minta beliau menandatangani bukunya. Walaupun sejujurnya saya tidak tau menahu soal beliau.hehe.

Dan sejujurnya sampai kemarin buku ini tidak saya baca, hanya saya baca cerpen-cerpennya saja.

Sampai akhirnya dospem 2 memberi referensi agar saya membaca buku tersebut. Sayapun mencari-cari buku itu di tumpukan buku lainnya. Dan hasilnya WOOW apa yang saya cari selama ini ternyata sudah sejak lama berada di dekat saya.

Sama halnya dengan jodoh, kita sbg manusia terkadang kurang peka terhadap sekitar. Namun Tuhan Maha Baik, selalu memberi petunjuk bagi orang-orang yang sedang berusaha untuk menemukan sesuatu.

“dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk” Ad Dhuha:7

Bandung, 150313

Hal yang menakutkan adalah melihatmu marah.
Hal yang lebih menakutkan adalah ketika aku tidak dapat mengendalikan emosi dan membuatmu terdiam.
Namun hal yang paling menakutkan adalah ketika kamu hanya diam di saat seharusnya kamu marah.

Pagi!

Lagu, Hal Sepele Tapi…

Bisa dibilang gue tipe orang yang selalu telat suka lagu. Jaman lagu-lagu Raisa lagi booming, gue biasa aja. Enek malah waktu temen sekostan gue ngerepeat lagu Serba Salah tiap hari. Dimana-mana semua orang nyetel lagu itu.

Gue juga tipe orang yang jadi suka sebuah lagu kalo lagu itu punya kenangan di dalamnya atau istilahnya “gue banget”.
Kayak jaman gue putus gue jadi sering dengerin One Night-The Corrs. Jaman gue LDRan juga dengerin lagu-lagunya orang LDRan kayak Bulan yang Sama-The Ox. Jaman gue belum bisa move on sering banget repeat Thinking of You-Katy Perry. Terus jaman gue pacaran lagi gue jadi suka Teenage Dream-Katy Perry dan Hebat-Tangga. Walaupun doi kampring. haha. Semuanya gue kasih lagu.

Gue juga pernah melewati fase ngerepeat Blue Day-Chelsea FC yang bikin gue selalu inget ke masa-masa pertama ketemu dia. Atau nyanyi-nyanyi lagunya Dewi Lestari-Malaikat Juga Tahu, 1 atau 2 nya Gamma 1 yang kampret itu dan lagu kesukaan dia Yogyakarta-Katon Bagaskara. Gue juga pernah melewati fase suka lagu Eternal Lover-Ikkubaru yang bawa gue kembali ke acara Kickfest-pertama-gue-jalan-sama-pacar. Meskipun gue gak paham soal musik Indie, gue jadi belajar ngehafal lagunya Closehead-Berdiri Teman dan In Summertime-nya Sunny Summer Day.

Sekarang gue lagi dalam fase suka lagunya Raisa yang Serba Salah dan Apalah Arti Menunggu.
Sekarang gue bisa ngerasain perasaan temen gue waktu itu :”>