EMA ROSALITA
Filosofi Mencari

Malam ini disibukkan dengan mencari modul Bahasa Indonesia kelas 9 yang hilang entah ke mana. Terpaksa, mau tidak mau aku harus membereskan kamar dan ‘mengubek-ubek’ isi lemari. Ya siapa tahu modul itu terselip. Setelah sekian lama mencari, modul tak juga ditemukan, padahal hari Senin nanti sudah harus digunakan.

Alih-alih menemukan modul tersebut, aku justru menemukan barang-barang lain yang dulu pernah hilang. Barang-barang yang lantas membuat tersenyum saat melihatnya, seolah membawaku kembali ke masa lalu.

Pun dengan pencarian cinta. Ada saat di mana kita harus ‘membereskan’ diri, memantaskan diri untuk dicintai. Tak jarang dalam perjalanan itu, kita justru dipertemukan dengan orang lain. Sebelum akhirnya sampai pada tujuan; orang yang kelak akan menemani masa tua kita dengan penuh cinta.

Tegal, 2 Agustus 2014 21.43

Tips

Tips untuk tetap bahagia denganmu itu cuma dua:
Iya-kan semua yang kamu bilang
Nggak perlu banyak tahu

Semudah itu, sesimpel itu.

Keluhan

Aku benci ketika harus memainkan jemariku untuk mengetik sesuatu di kolom ini. Artinya, saat ini perasaanku sedang tidak baik. Semacam ada gejolak yang ingin segera kusudahi.

Aku selalu mengeluh untuk hal-hal kecil. Hidupku menjadi suram. Kemudian aku belajar bersyukur. Hidupku menjadi lebih bahagia.

Tapi segala hal baik itu tantangan, sedang manusia selalu mempunyai kelemahan. Kelemahan untuk selalu bersyukur.

Bersyukur

Kamu sudah jatuh cinta
Tapi mungkin kamu belum pernah patah hati
Kamu selalu mendapat apa yang kamu mau, bukan hanya satu melainkan dua
Tuhan begitu mengasihimu

Kamu mungkin bukan orang baik, tapi Tuhan menjadikanmu orang yang beruntung

Aku rindu pada aku yang dulu, sebelum aku mengenal engkau. Semakin dalam kita saling mengenal, semakin mudah kita saling menyakiti.

Sekarang bantulah seisi dunia ini, juga supaya membenci aku, engkau tidak sendiri. Aku telah menjadi orang lain sekarang. Aku yang dulu, yang kau cintai itu, sudah tiada. Sebab jurang telah memanggil jiwaku yang tanpa engkau.

zarryhendrik (via aldilayunitaw)

ceritarara:

Apa kau sanggup meninggalkanku? Kau pernah sanggup mencintaiku.

Apa kau perlu membenci aku? Aku pernah kamu perlukan.

Apa kau ingin melupakanku? Kau pernah ingin aku ingatkan.

Apa kau mampu menyakitiku? Kau pernah mampu melindungiku.

Apa kau bisa hidup tanpaku? Kau pernah bisa hidup…

Kelak, anak yang baik akan menghadiahi orang tuanya seorang menantu yang baik pula.
(via zarry-hendrik)

❤️

Tak perlu menjadi aku untuk tahu rasanya dicintai
Berjalanlah beriringan, tetaplah di sisiku
Maka kamu akan tahu
Bahwa dicintaiku, kamu bahagia

Akhirnya, Setelah Sekian Lama Tidak Galau

LDR itu nggak enak ya.

Cuma bisa bilang kangen sambil gigit bibir. Entah sampai kapan dada ini kuat menanggung rindu yang kian hari kian memenuhi rongga dada.

Cuma bisa bilang sayang sambil (tetap) menahan rindu, tanpa peluk nyata.

Cuma bisa bertanya tentang hal sehari-hari tanpa bisa menemani.

Cuma bisa sekedar menenangkan hati dengan mengobrol melalui telepon atau chatting.

LDR itu hampa.
Seperti menghadiri konser musik yang tidak kita suka; ramai tapi sepi.

Kadang, daripada LDR lebih baik jomblo.
Bebas, tanpa ikatan.

Tapi itu dulu,


Sebelum aku kenal kamu.

Tegal, 3 Juli 2014 00.27